Berita

July 4, 2018

Paslon Aswari-Irwansyah Akui Kemenangan Herman Deru di Pilgub Sumsel

MONITOR, Palembang – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 nomor urut 2, Aswari Rifai – M Irwansyah secara tegas mengakui kemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya yang dinyatakan unggul oleh hitung repat tau quick count sejumlah lembaga survei, Aswari juga menyatakan legowo dengan hasil suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018.

Menurut Aswari dikutip dari laman fornews.co, sebagai orang yang berjiwa besar, dari awal paslon nomor 2 sangat menghormati karena pilkada berjalan dengan santun tanpa ada kericuhan.

“Ketika dinyatakan keunggulan 4% untuk paslon nomor urut 1 baik itu dalam quick countmaupun segala macam, kita nyatakan kita dukung paslon 1 untuk jadi gubernur sumsel. Selama datang gubernur Sumsel pak Herman Deru,” katanya di Kantor DPD Partai Gerindra Sumsel, Rabu (04/07).

Dari awal, lanjut Aswari pihaknya sudah melihat bahwa paslon nomor urut 1 lebih unggul. Memang ada pesaing dari paslon nomor urut 4, tapi istilahnya belum total unggul pada waktu itu. Pihaknya juga melihat kondisi di lapangan, paslon nomor urut 1 itu mengakar dan diterima oleh masyarakat langsung.

“Saya mendukung yang menang dan selesai. Pasangan nomor urut 1 dengan selisih suara sekitar 4% itu luar biasa, bukan sesuatu yang kecil.  Ini sudah kita dukung, paslon nomor urut 2 tidak mengajukan keberatan, karena kita melihat secara fair dan wajar,” tegasnya.

Saat ditanya tentang potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) terhadap hasil Pilgub Sumsel, Aswari mengaku psimis. Pasalnya, menurut Aswari Pilkada Sumsel sudah berjalan kondusif. Untuk itu dirinya meminta kepada para calon khususnya nomor 4 untuk mengakui keunggulan Herman Deru-Mawardi Yahya terlebih Sumatera Selatan dalam waktu dekat akan bersiap menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Rating dari awal itu, paslon nomor 1 memang lebih tinggi, nomor 2 tidak bisa menyusul, nomor 3 dibawah nomor 1 dan nomor 4 pun seperti itu. Nah kita harus akui dan legowo. Kalau mau bicara kecurangan, apa semua tidak ada yang curang, semuanya berjuang untuk menang. Sekarang kita harus menjaga, mengapa saya bilang legowo, karena sebentar lagi Sumsel ada even besar Internasional Asian Games,” jelasnya.

Berita
July 4, 2018

Pasangan Mahyeldi-Hendri Septa Unggul Sementara di Pilkada Padang

PADANG – Hasil hitung cepat (quick count) pada Pilkada Kota Padang, Sumatera Barat diungguli pasangan nomor urut 2 Mahyeldi Ansharullah dan Hendri Septa dengan perolehan suara 62,5 persen, sedangkan pasangan nomor urut 1 Emzalmi-Desri Ayunda 37,5 persen. Hitung cepat dilakukan DPD PKS berdasarkan form C1.

Menurut Mahyeldi, penghitungan suara tersebut telah mencapai 97 persen dari seluruh TPS yang ada di Kota Padang, kalaupun terjadi perubahan suara jumlah persentasenya tidak begitu drastis. “Kita telah menyebar saksi di 1.600 TPS yang ada di Kota Padang. Selain itu, tim relawan juga memantau jalannya perolehan suara di TPS,” ujar Mahyeldi, Rabu (27/6/2018).

“Kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Padang yang telah berpartisipasi untuk menyuarakan hak suaranya, namun begitu kita harus menunggu hasil dari KPU Kota Padang. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat belum memenuhi target KPU Kota Padang yang menetapkan 70 persen partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara berdasarkan jumlah pemilih tetap, menurut DPD PKS ada 535.265 pemilih, dan yang telah menggunakan hak pilihnya 318.801 orang, sedangkan surat suara tidak sah ada 2.919 buah.

Mahyeldi pun meminta seluruh tim pemenangan untuk tidak berbangga diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Kota Padang. “Sekarang tidak ada lagi Mahyeldi atau Emzalmi kita harus membenahi Kota Padang kedepannya secara bersama-sama,” pungkasnya.

Pasangan Mahyeldi dan Desri Ayunda sendiri didukung dua partai, Partai Keadilan Sejahterah (PKS) dan Partai Amanah Nasional (PAN). Sementara pasangan Emzalmi-Desri Ayunda didukung Partai Golkar, NasDem, PDIP, Gerindra, Demokrat, Hanura, PKB, PPP, PBB dan Perindo.

Sumber : https://news.okezone.com/

Berita
July 4, 2018

Pilkada Padang Panjang, Tim Pemenangan Fadly Amran-Asrul Klaim Ungguli Perolehan Suara

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Proses pemungutan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018, baru saja selesai dilaksanakan di seluruh TPS yang tersebar di dua kecamatan di Kota Padang Panjang, yaitu Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur.

Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh tim pemenangan Fadly Amran-Asrul, pasangan Fadly Amran-Asrul yang merupakan pasangan nomor 4 yang menjadi jagoan dari tim pemenangan tersebut, meraih suara 9152 suara atau 39,86 persen dari jumlah suara yang dihimpun dari TPS yang ada di dua kecamatan tersebut.

Sedangkan pasangan incumbent yang merupakan pasangan nomor urut 2, yakni Hendri Arnis-Eko Furqani, meraih perelohan suara terbanyak kedua yaitu 8442 suara, atau 36,22 persen.

Kemudian untuk perolehan suara terbanyak ketiga, disusul oleh pasangan nomor urut satu, Mawardi-Taufiq Idris dengan persentase 16,51 persen, atau 3914 suara.

“Sementara untuk nomor urut 3, yaitu pasangan Rafdi M Syarif-Ahmad Fadli, menperoleh suara paling buncit, yaitu 7,29 persen atau 1745 suara,” kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Fadly Amran-Asrul, Novi Hendri kepada tribunpadang.com saat dihubungi via handphone dari Padang, Rabu (27/62018) malam.

Novi Hendri menyebut bahwa data yang diperoleh dari tim pemenangan Fadly Amran-Asrul ini merupakan hasil hitungan cepat atau quick count  yang dilakukan oleh timnya.

Kendati begitu, ia meminta seluruh tim sukses serta simpatisan Fadly Amran-Asrul untuk menunggu hasil pleno dari KPU Padang Panjang.

“Ini masih perolehan sementara. Mari kita kawal bersama Pilkada Kota Padang Panjang ‘badunsanak’ ini sampai tahapan pelaksanaan Pilkada ini, tuntas hingga digelarnya rapat Pleno oleh KPU Kota Padang Panjang,” pungkas Novi Hendri, yang juga Ketua DPRD Padang Panjang tersebut.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Pilkada Padang Panjang, Tim Pemenangan Fadly Amran-Asrul Klaim Ungguli Perolehan Suara, http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/06/27/pilkada-padang-panjang-tim-pemenangan-fadly-amran-asrul-klaim-ungguli-perolehan-suara.

Editor: M Iqbal

Berita
May 23, 2018

Cabaran Menteri Kabinet baharu bermula

KUALA LUMPUR 22 Mei – Menteri-menteri Kabinet baharu kerajaan Pakatan Harapan memulakan tugas secara rasmi di kementerian masing-masing hari ini selepas mengangkat sumpah jawatan semalam.

Timbalan Perdana Menteri, Datin Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail tiba di Bangunan Perdana Putra di sini pada pukul 10 pagi sebelum menandatangani surat memulakan tugas se­terusnya menghadiri taklimat khas oleh Ketua Setiausaha Negara, Tan Sri Dr. Ali Hamsa.

Menteri Dalam Negeri (KDN), Tan Sri Muhyiddin Yassin turut memulakan tugas secara rasmi pagi ini.

Beliau yang juga satu-satunya menteri Kabinet baharu yang pernah berkhidmat dengan tiga Perda­na Menteri iaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad, Tun Abdullah Ahmad Ba­dawi dan Datuk Seri Najib Tun Razak sebelum ini, tiba di Ibu pe­ja­bat KDN di sini pada pukul 9 pagi dan disambut oleh Ketua Setiausaha KDN, Datuk Seri Alwi Ibrahim; Ketua Polis Negara, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun dan Ketua Pengarah Imigresen, Datuk Seri Mustafar Ali.

Beliau memulakan jadual hari pertama bertugas dengan mempengerusikan mesyuarat bersama ketua-ketua jabatan dan agensi seliaan KDN.

Selain itu, Menteri Kewangan, Lim Guan Eng yang masih terpalit dengan kes rasuah melibatkan pem­be­lian banglo di bawah nilai pasaran juga memulakan tugas beliau secara rasmi hari ini.

Beliau yang akan mengemukakan representasi kepada Jabatan Peguam Negara untuk menggugurkan pertuduhan tersebut turut menga­da­kan sidang akhbar pertamanya se­bagai Menteri Kewangan.

Menteri Pendidikan, Dr. Maszlee Malik yang pelantikan beliau mendapat tentangan daripada beberapa pertubuhan bukan kerajaan (NGO) liberal juga memulakan tugas beliau secara rasmi.

Malah, bekas Menteri Pendidikan Tinggi, Datuk Seri Idris Jusoh turut hadir bagi menyerahkan tugas kepada Maszlee yang menjadi popular dalam kalangan netizen sejak memenangi Pilihan Raya Umum Ke-14 (PRU-14) lalu.

Menteri Besar Selangor, Datuk Se­­ri Mohamed Azmin Ali juga me­mu­lakan tugas beliau sebagai Menteri Hal Ehwal Ekonomi secara rasmi.

Dalam sidang akhbar pertama be­liau, Mohamed Azmin memberi­tahu kementerian itu akan membuat semakan semula terhadap se­mua projek mega yang dilaksanakan kerajaan terdahulu bagi melihat ketelusan termasuk dalam aspek perolehan dan tender.

Selain itu, beberapa menteri Ka­binet baharu turut memulakan tu­gas mereka secara rasmi hari ini terma­suk Menteri Pertahanan, Mohamad Sabu; Menteri Komunikasi dan Multimedia, Gobind Singh Deo; Menteri Kesihatan, Dr. Dzulkefly Ahmad; Menteri Pembangunan Luar Bandar, Rina Mohd. Harun; Men­teri Perumahan dan Kerajaan Tempatan, Zuraida Kamaruddin dan Menteri Pengangkutan, Anthony Loke Siew Fook.

Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani, Salahuddin Ayub dijangka memulakan tugas beliau secara rasmi esok.

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/berita/nasional/cabaran-menteri-kabinet-baharu-bermula-1.677866#ixzz5GIu1XIGw
© Utusan Melayu (M) Bhd

Berita
May 13, 2018

Tahniah, Tun Dr Mahathir

Tahniah, Malaysia akhirnya berubah dan moga akan lebih maju dengan pimpinan Tun M. Dan jawatankuasanya…Ramai warga luar negeri turut gembira dab orang kampung juga bangga dengan tiadanya GST yang betul membebankan mereka.

Teruskan Modenkan Malaysia.

Berita
May 13, 2018

Barisan kabinet kecil minggu ini – PM

KUALA LUMPUR: Kerajaan akan menubuhkan satu kabinet kecil dianggotai 10 wakil daripada empat parti komponen Pakatan Harapan (PH), selewat-lewatnya minggu ini.

Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad, berkata ketika ini, kerajaan sudah menamakan empat menteri yang juga Presiden parti komponen iaitu Datuk Seri Wan Azizah Wan Wan Ismail (PKR – Timbalan Perdana Menteri) ; Tan Sri Muhyiddin Yassin (Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) – Menteri Dalam Negeri) ; Lim Guan Eng (DAP- Menteri Kewangan) dan Mohamad Sabu (Parti Amanah Malaysia (AMANAH)- Menteri Pertahanan).

Katanya, kerajaan akan mengambil masa untuk menubuhkan senarai jemaah menteri kabinet lengkap kerana setiap parti perlu merujuk parti masing-masing untuk memberi (senaraikan) nama calon Menteri.

“(Jadi) Kabinet kecil hanya ada 10 orang saja, kita sudah ada tiga dan kita nak tujuh orang lagi. (Jemaah Menteri Kabinet) akan dibuat secepat mungkin dalam minggu ini.

“Kabinet kecil akan bergerak sebagai kabinet sah. Lebih ramai akan dipilih iaitu lebih 25 orang tetapi tidak melebihi 30 orang. Menteri dan Timbalan Menteri akan dipilih daripada campuran parti komponen,” katanya pada Sesi Penerangan Perdana Menteri bersama RTM dan Bernama di kediamannya, di sini, sebentar tadi.

Dr Mahathir berkata, buat masa ini, empat parti komponen PH iaitu PKR; PPBM; Parti Amanah Malaysia (AMANAH) dan DAP, akan menamakan tiga nama calon Menteri mewakili parti masing-masing dan kementerian pilihan mereka.

Katanya, Perdana Menteri akan membuat keputusan dan menggunakan kuasa veto jika berlaku pertindihan keperluan serta kehendak antara empat parti itu.

“Sudah tentu ada pertindihan keperluan atau kehendak masing-masing dalam parti. Keputusan akan ditentukan Perdana Menteri (PM).

“PM akan semak calon dinamakan oleh parti komponen dan akan buat keputusan siapa akan pegang kementerian mana. Kalau perlu, PM akan panggil ketua empat parti komponen untuk dapatkan maklumat pemilihan utama mereka,” katanya.

Dr Mahathir berkata, kerajaan akan mempertimbangkan syor melantik calon parti di Sabah dan Sarawak menyertai barisan kabinet jika ada ruang kerjasama.

“Kerajaan dan PM akan buat keputusan berpandukan majoriti mudah yang dibuat dalam kabinet. Cara pentadbiran kita kerana ini kabinet baru yang tidak pernah ada melainkan ketika Tunku Abdul Rahman pada 1957.

“Tunku buat (tubuh) kabinet kecil tidak sampai 10 orang dan tiga daripadanya adalah pegawai British. Selepas itu, baru Tunku tambah kementerian sehingga menjadi lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Dr Mahathir berkata, sebarang keputusan dalam parti akan ditentukan Majlis Kepemimpinan Tertinggi PH, yang dianggotai empat presiden parti komponen dan beliau sendiri sebagai penasihat.

“Semua keputusan dibuat oleh lima ahli majlis untuk mempercepatkan keputusan. Tiada keadaan di mana Presiden atau Pengerusi sahaja buat keputusan, tetapi semua keputusan dibuat lima ahli majlis mewakili parti masing-masing,” katanya.

Berita
May 13, 2018

Laporan berita tidak disekat selagi tidak ganggu ketenteraman – PM

KUALA LUMPUR: Tun Dr Mahathir Mohamad berkata kerajaan tidak akan menyekat atau mengambil tindakan terhadap mana-mana laporan berita yang tidak tepat selagi ia tidak mengganggu ketenteraman negara.

Perdana Menteri berkata, tindakan itu bagi membolehkan pengamal media tempatan mengetahui sendiri dengan lebih jelas mana satu berita palsu atau mana satu benar dalam laporan mereka.

“Dalam rejim sebelum ini, kita rasa sekatan. Ada akhbar pro itu, pro ini, tapi kita tidak akan sekat laporan mereka, janji ia membawa hasrat dalam laporan.

“Namun, usaha yang membawa ketegangan tidak akan diterima,” katanya dalam sesi penerangan khas kepada RTM dan BERNAMA di kediaman beliau di sini, hari ini.

Dr Mahathir berkata, walaupun kerajaan baharu pimpinan Pakatan Harapan menyokong kepada kebebasan akhbar namun, ia mempunyai hadnya.

“Jika mereka sengaja membuat laporan untuk menimbulkan huru hara atau ketegangan, kita akan hadapinya dengan undang-undang khas,” tegas beliau. – BERNAMA

Berita
May 13, 2018

Kerajaan cukup pendapatan hapus GST – PM

KUALA LUMPUR: Tun Dr Mahathir Mohamad berkata, kerajaan mempunyai pendapatan mencukupi untuk menghapuskan pelaksanaan Cukai Barangan dan Perkhidmatan (GST).

Perdana Menteri berkata, pihaknya sedar banyak pihak ditekan dengan cara salah dan dipaksa membayar cukai lebih daripada ditentukan undang-undang oleh kerajaan Barisan Nasional (BN) sebelum ini.

“Siapa yang dipaksa, berapa banyak mereka terpaksa bayar, kita akan cuba ganti balik wang mereka. Tetapi, kerajaan kena tahu (dapatkan maklumat) daripada mereka sendiri yang sudah bayar cukai .

“Mereka didekati Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN) dan dipaksa bayar. Jika tak bayar, mereka akan didera dengan disenarai hitam tak boleh keluar negara, pasport ditarik balik atau serbuan diadakan, dan buku akaun dirampas serta mengganggu perniagaan,” katanya pada Sesi Penerangan Perdana Menteri, di kediamannya, di sini, sebentar tadi.

Dr Mahathir berkata, kerajaan sedar kegelisahan rakyat terhadap dasar cukai kerajaan dan sudah cuba menerangkan dasar kerajaan baharu sebagai mesra perniagaan serta terbuka.

Sehubungan itu, katanya, kerajaan akan membentuk Dasar Anti-Rasuah dalam pentadbiran bagi membendung menteri Kabinet daripada terbabit rasuah.

“Kerajaan tidak mahu menteri terbabit korupsi (rasuah). Ketika mengadakan pilihan raya, kita (kerajaan) mengutip banyak wang dibiaya untuk pilihan raya, kita terima banyak derma dan dana.

“Sekarang, kita sudah menang, tiada lagi pilihan raya. Tiada individu atau parti yang boleh menerima derma daripada orang melainkan dengan keizinan atau dimaklumkan kepada Kabinet,” katanya.

Dr Mahathir berkata, kerajaan juga bercadang mengehadkan pemberian hadiah kepada penjawat awam dalam bentuk makanan atau bunga, bukannya barangan bernilai.

Sementara itu, Dr Mahathir berkata, kerajaan akan mengutamakan syarikat tempatan yang mahir pembangunan infrastruktur untuk melaksanakan projek pembangunan negara.

“Ramai rakyat Malaysia (syarikat tempatan) yang cekap dalam pembangunan, (jadi) kita boleh bina bandar kita sendiri dan keperluan rakyat. Kerajaan akan tentukan pengagihan projek kerajaan terbuka kepada syarikat tempatan.

“Kalau ada projek besar (mega), kalau tidak ada kepakaran, baru kita buat tender terbuka kepada syarikat luar negara. (Kalau) Pemilihan nampak ganjil (mencurigakan) kerajaan akan selidik menerusi penjawat awam yang akan menjalankan tugas menyelidik,” katanya.

Selain itu, Dr Mahathir berkata, kerajaan akan mengkaji prestasi ekonomi dan mengarahkan penyelidikan ketat terhadap jumlah hutang kerajaan dan wang dibelanjakan dalam pentadbiran dulu.

Susulan itu, katanya, kerajaan mencadang meminda undang-undang berkaitan dan cuba mengurangkan sebarang masalah ekonomi dalam negara.

Berita
May 13, 2018

Menanti manfaat kerajaan baharu

Pembentukan kerajaan baharu belum lengkap. Begitupun sudah ada Perdana Menteri, Timbalan Perdana Menteri dan tiga pemimpin tertinggi parti sebagai menteri kanan Kabinet Pakatan Harapan (PH).

Perkara asas iaitu peralihan kuasa yang pertama kali dalam sejarah negara berjalan lancar. Politik budiman sebegini perlu dihargai.

Tahniah PH. Tahniah Barisan Nasional (BN). Kematangan kedua-dua belah pihak memungkinkan peralihan kuasa ini tidak dicemari dengan aksi-aksi anarkis walaupun ada provokasi dan andaian-andaian liar.

Rakyat mengharapkan Malaysia terus aman dan tenteram. Dalam keghairahan penyokong parti mahu meluahkan perasaan masing-masing, para elit politik seharusnya menahan diri untuk turut tidak membuat provokasi.

Mereka malah seharusnya menunjukkan tauladan. Sesiapa pun yang terpilih secara demokrasi harus diterima sehingga tiba waktunya pilihan raya akan datang.

Rakyat pun jangan mudah terpancing dengan provokasi. Dalam era ketika siapa pun boleh menyampaikan apa sahaja maklumat melalui media sosial, orang awam mesti bijak memilih maklumat. Mana yang benar, mana yang palsu. Mana yang berupa pendidikan politik, mana yang provokasi.

Inilah yang mesti dijaga dalam waktu-waktu genting ini. Waktu peralihan sebegini menjadi penanda penting untuk negara memasuki ruang demokrasi yang lebih bebas dan terbuka.

Kini apa yang rakyat tunggu-tunggu ialah janji 100 hari bermula Rabu, 9 Mei lalu. Maknanya pada atau sebelum 16 Ogos nanti rakyat sudah dapat merasai hasilnya.

Tiada waktu untuk meraikan kejayaan PH ini. Tidak ada, selain kesungguhan un- tuk memastikan janji-janji itu tertunai.

Atas kertas janji 100 hari PH terutama ber­kaitan mengurangkan be­ban rak­yat akibat kos sara hidup tinggi –peman­suhan GST, menstabilkan harga minyak dan gaji minimum – memerlukan sentuhan luar biasa un­tuk melaksanakannya.

Sudah alang-kepalang rakyat mempunyai jang­kaan tinggi terhadap ke­upayaan pentadbiran ba­­­haru kerajaan yang diketuai Perdana Men­teri, Tun Dr. Mahathir Mo­­hamad ini. Beliau yang dikenal dengan pres­­tasi mengagumkan di dalam dan luar kera­jaan kini diharap dapat melakukan perkara di luar jangka itu.

Memikul beban

Dalam keadaan ha­rapan menggunung ini, politiking dan drama juga sepatutnya sudah ber­akhir. Ini masa be­kerja. Rakyat yang telah memuktamadkan pilihan dengan menumbangkan kekuasaan 60 tahun BN sedang memerhati dengan ketat dan penuh harapan.

Tiga empat hari ini memang penuh dengan adegan suspens. Yang terjadi sudah terjadi. Tinggal sejarah. Hidup dan kehidupan mesti diteruskan.

Yang menang tidak perlu berlebihan untuk meraikannya. Tiada masa untuk itu pun. Yang kalah perlu bangkit menawan semula hati rakyat. Muhasabah diri. Tiada yang menang semua dan tiada yang kalah semua.

Sebenarnya pihak yang memikul beban lebih sukar ialah pihak yang menang iaitu PH. Mereka ada segudang janji, sebahagiannya sukar ditunaikan kerana melibatkan peruntukan kewangan yang besar.

Selain mengekalkan Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M) kepada golongan B40, PH turut menawarkan pendidikan percuma di universiti awam, pelaksanan gaji minimum RM1,500, menghapuskan tol secara berperingkat, sejuta pekerjaan baharu dan mengurangkan dua juta pekerja asing.

Dalam tempoh lima tahun juga, PH menjanjikan reformasi institusi negara, menghapus rasuah, memperkasa perkhidmatan awam serta memacu ekonomi dan daya saing negara.

Janji lain ialah membina Malaysia inklusif, moderat dan gemilang, serta desentralisasi kuasa Sabah dan Sarawak.

Sebab itu, dalam waktu PH mempunyai ruang sepenuhnya tanpa gangguan, penangguhan pengumuman barisan Kabinet boleh menimbulkan keraguan rakyat. Ini tidak sepatutnya berlaku.

Penangguhan pelantikan barisan Kabinet selain tiga jawatan untuk ketua-ketua parti diumumkan oleh Dr. Mahathir semalam hanya menggambarkan tiadanya keserasian dalam PH. Ini membayangkan masing-masing rupa-rupanya tergiur dengan jawatan menteri.

Rakyat sangat mengharapkan peralihan dan seterusnya pembentukan sebuah kerajaan yang bukan sahaja amanah tetapi juga cekap. Amanah tanpa kecekapan tidak mencukupi untuk membawa Malaysia maju.

Dan, yang perlu menjadi keutamaan kerajaan baharu ini ialah mengurangkan kos sara hidup. Berjanji untuk membersihkan kerajaan atau kementerian sahaja tidak mencukupi bahkan tersangat klise.

Rakyat perlu diyakinkan hidup mereka akan lebih baik berbanding di bawah BN dahulu. Keyakinan itu belum benar-benar muncul. Cuma, berilah mereka peluang sehingga tiba waktunya nanti.

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/rencana/utama/menanti-manfaat-kerajaan-baharu-1.671379#ixzz5FNqw95TV
© Utusan Melayu (M) Bhd

Berita
May 13, 2018

PM jumpa KSU esok, jelaskan fungsi dan peranan kerajaan baharu

KUALA LUMPUR, 13 Mei (Bernama) – Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad akan menemui semua Ketua Setiausaha (KSU) kementerian esok bagi menjelaskan fungsi dan peranan kerajaan baharu pimpinan Pakatan Harapan (PH).

Beliau berkata sesi tersebut akan digunakan untuk memberi penjelasan mengenai apa yang akan dilakukan kerajaan baharu khasnya dalam menentang rasuah dalam pentadbiran kerajaan.

“Insya-Allah esok saya akan menemui kesemua KSU kementerian dan menerangkan kepada mereka apa hasrat kita dan apa yang akan kita lakukan khasnya berkaitan rasuah,” katanya dalam sesi penerangan khas kepada RTM dan Bernama di kediaman beliau di Seri Kembangan dekat sini, hari ini.

Beliau berkata demikian ketika ditanya mengenai apa yang akan berlaku kepada 1.6 juta penjawat awam memandangkan, dalam laporan sebelum ini, akan wujud penggabungan kementerian dalam kabinet baharu yang bakal dibentuk kerajaan PH.

Semalam Dr Mahathir menamakan Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Menteri Dalam Negeri, Presiden Parti Amanah Negara (Amanah) Mohamad Sabu sebagai Menteri Pertahanan dan Setiausaha Agung DAP Lim Guan Eng sebagai Menteri Kewangan.

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/berita/politik/pm-jumpa-ksu-esok-jelaskan-fungsi-dan-peranan-kerajaan-baharu-1.671781#ixzz5FNq7CEsz
© Utusan Melayu (M) Bhd

Berita